Thursday, February 10, 2011
Thursday, January 6, 2011
the tale I
Alkisah puteri milik raja dan permaisuri pemerintah negara angsana. Dibesarkan di kacapuri istana paling indah. Dikasih bagai cenderawasih dalam sangkar, tidak diusik dunia luar. Semakin dewasa sang puteri punya hasrat luar biasa.
Hatinya hagur masyghul, mahu kembara ke wilayah angsoka. Dirayu ayahanda dan bonda agar dipenuhi kehendak pinta. Rupanya dideking hasrat, puteri meratap kecewa. 30 malam, satu purnama merajuk diam kata. Bernyawa tapi bicaranya tiada.
Dipujuk emas dan disogokkan permata. Longgokan suasa dipandang tiada makna. Tukang hibur dan nujum diupah raja. Fikiran galau risau akan gering anakanda tercinta. Diusaha sedaya upaya, dipujuk pujuk sentiasa. Hasrat puteri masih tiada terubah. Gagah juga keputusan sebelumnya.
Puas raja arif berikhtiar, akhirnya dititah dengan sedikit paksa. Istana beta diluarnya gah indah, dalamnya kosong seri tiada. Puteri galau berduka hiba. Bukakan kunci pelosok kota, lalu biarkan sang puteri melangkah ke tempat cita. Remaklah puteri pertahan diluar sana.
Puteri sembuh dari gering beradu, raja akur terpaksa melepas rela.
P/s: Terkadang usah diturut rasa berangta ke dunia yang belum tentu seindah yang diimpi. Loka ini fatamorgana.
Ila/21:38/040111
Thursday, November 25, 2010
.............gak ada tajuk yang karen.
Friday, November 19, 2010
kongsi ini dalam fikiran dan hati kamu :)
ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah
ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza
tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku
bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mendala wangi
ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang
ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra
tapi aku ingin mati di sisimu sayangku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu
mari, sini sayangku
kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
tegakklah ke langit atau awan mendung
kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa”
Kreditasi -Puisi Gie_

